KETIKA JODOH DATANG TAK DISANGKA

(Kisah cinta Nabi Musa AS dengan Putri Nabi Syuaib AS)

Kategori Artikel: 
Kongsi artikel ini: 
Jodoh, Datang, Tak, Disangka

Sesungguhnya jodoh memang datang tanpa disangka. Walaupun sudah sedekat manapun anda bersama pasangan anda, kalau Tuhan cakap, tidak ada jodoh, sudah pasti anda tidak mampu berbuat apa-apa. Bahkan yang selama ini langsung anda tidak kenal, apatah lagi bertemu, ternyata mereka sudah ditakdirkan untuk menjadi jodoh anda, secara sekelip mata sahaja anda didatangi dengan jodoh yang tidak diduga. Itulah jodoh, takdir yang Maha Esa, tidak ada sesiapa pun di muka bumi ini mampu melawan atau menduga takdirNya, atau qada’ dan qadar Nya yang telah ditetapkan.

Begitu juga dengan kisah Nabi Musa AS, kisah ini unik dan membawa makna yang tersirat yang patut dijadikan teladan buat semua umat manusia terutama dalam penantian menunggu jodoh. Nabi Musa AS dilahirkan ketika berlakunya huru-hara di negeri Mesir yang mana saat itu Fir’aun yang berkuasa dalam memerintah pasukannya untuk membunuh setiap bayi lelaki yang lahir.

Namun, Nabi Musa AS selamat dari petaka itu, Nabi Musa AS dihanyutkan ke Sungai Nil oleh ibunya. Baginda diletakkan di dalam sebuah peti dan menuju ke Istana Fir’au, peti tersebut menjadi daya tarikan buat Isteri Fir’au setelah dia mengetahui terdapay bayi di dalamnya lalu dimintanya izin kepada Sang Raja untuk merawat dan membesarkan Nabi Musa.

Nabi Musa membesar di Istana Fir’aun sehingga dewasa, hingga satu masa, ketika Nabi Musa sudah dewasa, lalu dibunuhnya lelaki Mesir (dari golonga fir’aun) yang bergaduh dengan golongannya (Bani Israil) secara tidak sengaja, Setelah peristiwa pembunuhan itu, tersiarlah gelagat tidak baik dari pihak istana yang mempunyai niat buruk kepada Nabi Musa hingga akhirnya dia keluar dari Mesir untuk menyelamatkan diri.

Dari sinilah awal kisah cinta Nabi Musa AS, perjalanan panjangnya dari Kota Mesir (dengan bimbingan Allah), membawa jejak langkahnya ke sebuah negeri, Madyan namanya. Nabi Musa membantu dua orang anak gadis yang sedang berdesak-desakan mengambil air untuk gembalanya, anak gadis tersebut adalah Putri dari Nabi Syuaib AS.

Kebaikan Nabi Musa AS membuat ayah gadis tersebut tertarik untuk mengenal Nabi Musa AS dengan lebih dekat,

“wahai ayahku, berilah dia upah. Sesungguhnya engkau akan memberikan upah kepada seorang yang kuat dan jujur” ujar Putri Nabi Syuaib.

Si ayah bertanya kepadanya:

“bagaimana engkau mengetahui dia seorang lelaki yang kuat”

Anak gadisnya menjawab:

“Saya lihat sendiri ia mengangkat batu yang tidak mampu diangkat oleh sepuluh orang lelaki”

Si ayah bertanya lagi:

“Bagaimana engkau mengetahui bahawa dia seorang yang jujur”

Perempuan itu menjawab:

“Ia menolak untuk berjalan di belakangku dan ia berjalan di depanku sehingga ia tidak melihatku saat aku berjalan. Dan selama perjalanan saat aku berbincang-bincang dengannya, dia selalu menundukkan matanya ke tanah sebagai rasa malu dan adab yang baik darinya”

Kemudian orang tua itu memandang Nabi Musa as dan berkata kepadanya:

“Wahai Musa, aku ingin menikahkanmu dengan salah satu putriku. Dengan syarat, hendaklah engkau bekerja menggembala kambing bersamaku selama delapan tahun. Seandainya engkau menyempurnakan sepuluh tahun maka itu adalah kemurahan darimu. Aku tidak ingin menyusahkanmu, sungguh insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang saleh”

Nabi Musa as kemudian berkata:

“Ini adalah kesepakatan antara aku dan engkau dan Allah SWT sebagai saksi atas kesepakatan kita, baik aku akan melaksanakan pekerjaan selama delapan tahun maupun sepuluh tahun. Setelah itu, aku bebas untuk pergi ke mana saja”

Akhirnya, Nabi Musa AS bernikah dengan Putri Nabi Syuabi AS. Hikmah yang kita dapat peroleh dari kisah ini adalah, di mana anda berada, dan dalam keadaaan apa sekalipun, kita harus tetap berakhlak mulia. Berdasarkan kisah di atas, bagaimana peritnya Nabi Musa ketika diusir dari Negara Mesir, tetapi walaupun begitu, beliau tetap menunjukkan perilaku yang mulia, dan baik akhlaknya. Beliau sangat kuat, jujur dan beradab terhadap wanita. Disebabkan kemuliaan akhlak belia, Allah anugerahkan beliau jodoh, anak dari orang yang soleh iaitu Putri Nabi Syuaib AS.

“Kejujuran, dan menghormati wanita adalah akhlak yang mulia yang patut dimiliki seorang manusia dalam menggapai jodoh”

Kongsi artikel ini: